Terbaru dariku :
Home » , , » Pohon Mahoni

Pohon Mahoni

ditulis oleh : Syahandrian Eda pada hari Sabtu, 04 Agustus 2012 | Pukul : 16.43.00



  • descriptiondescription
  • descriptiondescription
  • descriptiondescription
  • descriptiondescription







Assalamualaikum ...,


Setelah membicarakan kegiatan lingkungan di Posdaya desa Arjasari bersama mahasiswa KKN UPI Bandung, saya dan teman-teman menerima tawaran kerja sama dari teman-teman KKN UPI Bandung untuk menanam 1000 tanam pohon Mahoni. Tapi sebelum memposting laporan tersebut, saya ingin mengenalkan terlebih dahulu Pohon Mahoni.

Berikut penjabarannya:

 


Pohon Mahoni
Saat tumbuh besar
KLASIFIKASI

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Meliaceae
Genus: Swietenia (Tumbuhan berpembuluh) (Menghasilkan biji)
Spesies:
- Swietenia macrophylla (Mahoni daun besar)
                 - Swietenia mahagoni (Mahoni daun kecil)




Pohon Mahoni
di pinggir-pinggir jalan sebagai pohon pelindung
Lukisan pohon

Tanaman mahoni merupakan tanaman tahunan, dengan tinggi rata-rata 5 - 25 m (bahkan ada yang mencapai lebih dari 30 m), berakar tunggang dengan batang bulat, percabangan banyak, dan kayunya bergetah. Daunnya berupa daun majemuk, menyirip genap, helaian daun berbentuk bulat telur, ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun rata, tulang menyirip dengan panjang daun 3 - 15 cm. Daun yang masih muda berwarna merah dan setelah tua jreng..jreng.. bukan sulap bukan sihir, berubah menjadi hijau. Bunga tanaman mahoni adalah bunga majemuk, tersusun dalam karangan yang keluar dari ketiak daun. Ibu tangkai bunga silindris, berwarna coklat muda. Kelopak bunganya lepas satu sama lain dengan bentuk menyerupai sendok, berwarna hijau. Mahkota bunga silindris, berwarna kuning kecoklatan. Benang sari melekat pada mahkota. Kepala sari berwarna putih/kuning kecoklatan. Tanaman mahoni ini baru akan berbunga setelah usia 7 atau 8 tahun. Setelah berbunga, tahap selanjutnya adalah berbuah. Buah mahoni merupakan buah kotak dengan bentuk bulat telur berlekuk lima. Ketika buah masih imut berwarna hijau, dan setelah besar berwarna coklat. Di dalam buah terdapat biji berbentuk pipih dengan ujung agak tebal dan warnanya coklat kehitaman. Buah yang sudah renta alias tua sekali kulit buahnya akan pecah dengan sendirinya dan biji-biji pipih itu akan bebas berterbangan kemana angin meniup. Bila jatuh ke tanah yang cocok akan tumbuh menjadi tanaman mahoni generasi baru

Syarat Tumbuh dan Perbanyakan
Tanaman mahoni ini merupakan tanaman tropis dan banyak ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan tempat-tempat lain yang dekat dengan pantai. Tanaman ini dapat tumbuh dengan subur di pasir payau dekat dengan pantai. Tanaman ini menyukai tempat yang cukup sinar matahari langsung (tidak ternaungi). Tanaman ini termasuk jenis tanaman yang tahan banting, maksudnya... tahan hidup di tanah gersang. Walaupun tidak disirami selama berbulan-bulan, mahoni masih mampu untuk bertahan hidup. Syarat lokasi untuk budi daya mahoni diantaranya adalah ketinggian lahan maksimum 1.500 meter dpl, curah hujan 1.524-5.085 mm/tahun, dan suhu udara 11-36 C.  Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan biji, bisa juga dengan cangkok atau okulasi. Untuk tanaman mahoni yang akan digunakan sebagai tanaman obat, maka tidak boleh diberi pupuk kimia (anorganik) maupun pestisida.Syarat lokasi untuk budi daya mahoni diantaranya adalah ketinggian lahan maksimum 1.500 meter dpl, curah hujan 1.524-5.085 mm/tahun, dan suhu udara 11-36 C.



Pemanfaatan
Tanaman mahoni banyak ditemukan di pinggir-pinggir jalan sebagai pohon pelindung. Pohonnya yang besar cocok untuk berteduh. Disamping itu karena sifatnya yang tahan panas/hidup di tanah gersang sehingga tanaman ini tetap bertahan menghiasi tepi jalan di beberapa daerah. Bagi penduduk Indonesia khususnya Jawa, tanaman ini bukanlah barang baru, karena sejak jaman penjajahan Belanda mahoni dan rekannya, pohon asan, sudah banyak ditanam di pinggir jalan sebagai peneduh terutama di sepanjang jalan Daendels (dari Merak sampai Banyuwangi). Dan sejak 20 tahun terakhir ini, tanaman mahoni mulai dibudidayakan karena kayunya mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kualitas kayunya keras dan sangat baik untuk meubeler, furniture, barang-barang ukiran dan kerajinan tangan. Sering juga dibuat penggaris karena sifatnya yang tidak mudah berubah. Kualitas kayu mahoni berada sedikit dibawah kayu jati sehingga sering dijuluki sebagai primadona kedua (primadona utamanya tetep jati donk..). Untuk mahoni yang tua kayunya berwarna merah kecoklatan. Ada beberapa jenis mahoni yaitu mahoni berdaun kecil (Swietenia mahagoni) dan mahoni berdaun lebar (Swietenia macrophilea). Swietenia mahagoni kualitas kayunya lebih bagus dibanding Swietenia macrophilea. Sedangkan kelebihan Swietenia macrophilea adalah lebih cepat tumbuh menjadi besar dan kayunya lempeng. Pemanfaatan lain dari tanaman mahoni adalah kulitnya dipergunakan untuk mewarnai pakaian. Kain yang direbus bersama kulit mahoni akan menjadi kuning dan wantek (tidak luntur). Sedangkan getah mahoni yang disebut juga blendok dapat dipergunakan sebagai bahan baku lem (perekat), dan daun mahoni untuk pakan ternak.
Pemanfaatan mahoni sebagai obat sudah sejak tahun 70-an. Yang diambil adalah bijinya. Pada waktu itu cara konsumsinya masih sederhana (tanpa diolah) yaitu dengan menelan langsung bijinya setelah membuang bagian yang pipih. Konon banyak penyakit yang kabur setelah diobati dengan biji mahoni ini. Tapi rasanya yang pahit banyak dikeluhkan. Dewasa ini sejalan dengan semboyan back to nature, pengobatan dengan bahan-bahan dari alam mulai banyak dilirik. Manusia mulai lebih kreatif mengolah bahan-bahan dari alam yang akan digunakan sebagai obat. Biji mahoni sebagai bahan baku obat dikeringkan terlebih dahulu kemudian digiling halus menjadi serbuk. 
Caranya
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Tekanan darah tinggi (Hipertensi), Kurang napsu makan, Demam; Kencing manis (Diabetes mellitus), Masuk angin, Ekzema, Rematik;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI:
Biji, dikeringkan lalu digiling halus menjadi serbuk.

KEGUNAAN:
- Tekanan darah tinggi (Hipertensi).
- Kencing manis (Diabetes mellitus).
- Kurang napsu makan,
- Rematik.
- Demam.
- Masuk angin.
- Ekzema.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 1/2 sendok teh biji yang telah digiling halus menjadi serbuk.

CARA PEMAKAIAN:
1. Hipertensi:
    a. 8 gram biji segar diseduh dengan 2 gelas air panas. Setelah
       dingin disaring lalu dibagi menjadi 2 bagian. Minum pagi dan sore
       hari.

    b. 1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/2 cangkir
       air panas, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum selagi
       hangat, lakukan 2-3 kali sehari.

2. Kencing manis:
    1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/3 cangkir air
    panas. Diminum selagi hangat, 30 menit sebelum makan. Lakukan
    2-3 kali sehari.

3. Kurang napsu makan:
    1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/3 cangkir air
    panas, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum selagi hangat,
    lakukan 2-3 kali sehari.

4. Demam, masuk angin:
    1/2 sendok teh serbuk biji mahoni.diseduh dengan 1/4 cangkir air
    panas, lalu tambahkan 1 sendok makan madu. Diminum selagi
    hangat, lakukan 2-3 kali sehari.  
Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA: Saponin dan flavonoida 





Bunga Mahoni
Bentuk bunga Mahoni
Diskripsi buah dan benih

Buah:   kering   merekah,   umumnya   berbentuk kapsul bercuping 5, keras, panjang 12-15 (-22) cm, abu-abu  coklat,  halus  atau  .  Bagian  luar  buah mengeras,  ketebalan  5-7  mm  bagian dalam lebih tipis.
   Dibagian  tengah  mengeras  seperti  kayu, berbentuk kolom dengan 5 sudut yang memanjang menuju ujung. 
Buah  akan  pecah  mulai  dari  ujung  atau  pangkal pada  saat  masak  dan  kering. Biji menempel pada kolumela  melalui  sayapnya,  meninggalkan  bekas yang nyata setelah benih terlepas. Umumnya setiap buah terdapat 35 -45 biji.
Benih:    coklat,    lonjong    padat,    bagian    atas memanjang          melengkapi     menjadi sayap, panjangnya mencapai 7.5-15 cm  dengan extensive air spaces.  Biji  disebarkan  oleh  angin. Jumlah biji 1800-2500 per kg.

 

Bentuk Bunga
Bunga Mahoni
 Pembungaan dan pembuahan

Bunga  berkelamin  satu  dan  pohon  berumah  satu. Penyerbukan  dilakukan  oleh  serangga. Hibridisasi
sering terjadi terutama dengan S. mahagoni apabila species tersebut tumbuh bersama. Biasanya hanya
satu bunga yang menjadi buah, yang lainnya gugur.
Pembentukan     bunga     sampai     buah     masak diperlukan waktu 9 - 12 bulan.
Masa berbunga dan buah terjadi setiap tahun mulai umur 10  - 15 tahun tetapi pembentukan buah akan
menurun apabila polinator berkurang . Waktu yang lama  dalam  pembentukan  buah  memungkinkan
untuk menaksir hasil setiap bulan sebelum pemungutan  hasil.  Biasanya pembungaan terjadi ketika pohon  menggugurkan  daun  atau  pada  saat daun  baru  mulai muncul  sesaat  sebelum sebelum musim hujan.


Segitu aja ya ... penjabarannya. Insya Allah kita sambung lagi.

Wassalamulaikum
Monggo dishare ... :

0 Komentar:

Apa pendapat Anda?

Tinggalkanlah jejak pendapat Anda di sini ... ^_^

Favorit

 
Dukungan dari : Creating Website | Johny Template | Mas Template
diberdayakan oleh Blogger
Copyright © 2012. Catatan Syahandrian Eda - All Rights Reserved
Di sini templatenya keren-keren Creating Website silakan saja kunjungi Mas Template